Translate

Senin, 12 September 2011

PURA BATU PENYANGCANGAN

Pada halaman pura ini ada batu besar yang konon menancap terus tembus sampai ke sapta-petala/disebut paner jagat. Karena itu pura ini disebut Pura Astitina – Sapta Petala, maka kancinging Bali Bangsul. Jadi orang-orang yang lewat di pura ini, diharuskan agar sembahyang dulu untuk mohon kekuatan batin maupun jasmani, mohon penyangcangan urip. ”  Eka catreng sarira, nguripi, nguripi sahananing bhur bhuwah swah prakirna. 

Artinya : Satu-satunya payung untuk melindungi badan kasar dan badan halus pada Tri-Loka yang cermelang. Ada bisikan dari para rokhaniwan, agar di pura ini dibangun balai payung = bale mundar-mandir 2 buah yang berkembaran. Kalau boleh diartikan dari makna kata penyangcangan artinya, pengikat. Lalu apa yang diikat pikiran oleh siapa...tentunya panca indria, mengakibatkan ada enam sifat negatip yang disebut sadripu menguasai sifat manusia. Kenapa manusia terikat oleh badan fisik karena fisik manusia terdiri dari pancamahabutha, lima unsur badan fisik.  Cenderung manusia lebih sibuk mengejar kepuasan duniawi dari pada rohani, padahal semua orang tahu kalau manusia ketika meninggal tidak satupun benda materi yang akan di bawa, semua ditinggalkan di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar